Senin, 27 Januari 2014

TUGAS AGAMA : Drama Preman Insyaf



SINOPSIS :
Tersebutlah 2 orang preman bersaudara di kampung Noelbaki yang bernama Frengky dan Adiknya Rifal kedua orang preman ini sangat meresahkan warga sekitar sehingga mereka berdua dibenci sekaligus ditakuti warga. Setiap hari mereka berdua hanya berbuat kejahatan dengan memalak uang orang – orang desa mereka juga biasa disewa untuk menjadi rentenier di rumah – rumah warga.
            Pada suatu pagi kedua preman bersaudara ini di tugaskan untuk menagih uang di salah satu Rumah seorang Majelis Gereja di kampung itu yang bernama Juyo, Namun saat kedua saudara preman itu menagih uang pinjaman kepada Juyo ia tidak dapat memberikan kembali uang yang di pinjamnya.
Hal ini menimbulkan amarah yang besar dari kedua bersaudara preman itu, sehingga terjadilah penganiayaan kepada Juyo. Juyo yang tak bisa berbuat apa-apa hanya bisa pasrah akan keadaan yang dialaminya.
            Keesokan harinya pada saat selesai kebaktian Gereja Juyo yang masih trauma akan perlakuan kedua preman bersaudara itu duduk termenung sendirian di Ruang Konsistori memikirkan nasib yang kemarin di alaminya bersamaan dengan itu datanglah  Pendeta Ecka yang baru memimpin perjamuan pagi itu, ia kemudian menghampiri Juyo dan menanyai keadaan yang sedang dialami oleh Juyo.
            Setelah mengetahui masalah yang dialami oleh Juyo, Pendeta Ecka pun merasa iba terhadap masalah yang sedang di hadapi oleh Juyo  ia juga tergerak untuk menyadarkan kedua bersaudara preman itu. Saat itu juga Ecka mengajak Juyo untuk menemui kedua preman bersaudara itu, Juyo pun menyetujui ajakan Ecka lalu mereka pun pergi menemui kedua preman bersaudara itu
            Saat sampai ditempat kedua preman bersaudara tersebut mereka berdua mendapati kedua preman sedang mabuk – mabukan dan ketahuan sedang memakai Narkoba jenis Ganja. Juyo dan Ecka dengan spontan langsung menegur mereka, tapi bukannya sadar kedua preman ini malah mengajak Ecka dan Juyo ribut. Karena tak ingin terjadi keributan Ecka pun mengajak Juyo untuk pergi dari tempat tersebut. Karena tak digubris oleh Ecka dan Juyo Frengky pun langsung dengan gelap mata memukul Rival yang juga sedang mabuk, kemudian terjadilah perkelahian antar kedua preman ini lalu tanpa disadari Frengky yang tengah berada di tengah jalan pun langsung di seret oleh sebuah Mobil, akibatnya Frengky mendapatkan luka yang cukup parah di kakinya
            Setelah kejadian tersebut Frengky dilarikan ke Rumah Sakit dan Dokter memvonis Frengky untuk di amputasi kakinya karena terluka cukup parah. Setelah diamputasi kedua kakinya hari-hari Frengky hanya di habiskan diatas kursi roda, Mendengar bahwa Frengky mengalami kecelakaan dan mendapat trauma yang sangat berat Pendeta Ecka dan Majelis Juyo pun menyempatkan dirinya untuk menjenguk keadaan Frengky.
            Sesampainya Ecka dan Juyo di  rumah Frengky mereka melihat Frengky yang dulunya sangat ditakuti warga berubah menjadi Frengky yang sangat memprihatinkan kondisinya, Ecka dan Juyo pun merasa iba lalu menasihati Frengky. Sejak saat itu Frengky bertobat dan berjanji tidak lagi akan mengganggu keamanan dan ketertiban warga kampung Noelbaki.

PEMERAN
1. Ecka
2. Rival
3. Juyo
4. Frengki

NASKAH :

Mengetuk pintu dan berteriak

Frengki : “ Hai ada orang tidak, cepat buka kalo tidak aku dobrak pintu ini” ?
Rival    : “ Sodaraku kayaknya orangnya nggak mau keluar lebih baik kita dobrak saja pintu ini biar tau rasa itu orang “!

Tiba-tiba pintu berdecit pelan dari balik pintu muncul seorang lelaki setengah tua menyapa mereka

Juyo : “ i...i...ia....T..T....Tu...an
Dengan lantang Frengky menjawab
Frengky : “ Hai orang tua lebih baik keluar atau kalau tidak kamu saya pukul “
Juyo pun keluar dengan wajah ketakutan menghampiri Frangky
Frengky : “ Begitu dong baru bagus, sekarang cepat berikan uang yang kamu pinjam dari bos kami ”
Rival : “ Total semuanya Rp. 2.500.000 dengan bunga keterlambatan karena anda sudah dua bulan tak bayar  jadi totalnya Rp.5.000.000 sekarang cepat berikan uangnya atau kalau tidak kamu akan tahu akibatnya ”

Mendengar hal itu Juyo pun langsung tertunduk ketakutan dan hanya bisa berbicara dengan suara pelan, tapi Juyo langsung saja di bentak oleh Fregky dan terjadilah penganiayaan yang terjadi oleh Frengky dan juga Rival
Juyo : “ Maafkan saya karena saya benar-benar tidak punya uang, tolong ampunilah saya Tuan “
Frengky : “ Tidak bisa, ada uang kamu selamat kalau tidak ada Uang kamu harus menanggung resikonya sendiri “
Rival : “ Jadi kalau begitu kita kasih dia pelajaran saja, kita pukul saja dia biar dia kapok dan takut sama kita, biar dia tau siapa sih kita ini ”

Kemudian terjadilah penganiayaan yang sangat kejam yang dilakukan oleh kedua orang bersaudara tersebut, hal ini menimbulkan Trauma yang berat kepada Juyo. Trauma tersebut masih berlanjut sampai selesainya kebaktian di Gereja keesokan hari Juyo yang masih Trauma tersebut kemudian duduk sendidian di Ruang konsistori meratapi Nasibnya. Pendeta ecka yang kebetulan lewat melihat keadaan Juyo lalu menghampirinya

Ecka : “ Sedang apa anda sendirian disini Pak Juyo, Apakah ada masalah yang menerpa anda” ?
Juyo : “ Begini pak Pendeta, kemarin saya didatangi oleh kedua orang preman tersebut di rumah saya lalu mereka memaksa saya untuk menagih Uang yang saya pinjam tapi karena saya tidak mempunyai Uang sepeser pun maka saya tidak memberikannya kepada mereka, akibatnya saya dianiaya oleh mereka berdua hingga wajah saya menjadi babak belur”
Ecka : “ Apa..anda di aniaya oleh kedua preman bersaudara itu, si Frengky dan si Rival itu”
Juyo : “ Ia pak pendeta  “
Ecka : “ Memangnya berapa sisa Uang yang anda pinjam, kok bisa-bisanya anda dianiaya seperti intu ”
Juyo : “Semuanya berjumlah Rp.5.000.000,- pak

Ecka pun merasa iba dengan masalah yang sedang Juyo hadapi  ia juga tergerak untuk menyadarkan kedua bersaudara preman itu, lalu Ecka pun mengajak Juyo untuk menemui kedua preman bersaudara itu, dengan agak takut-takut Juyo menyetujui permintaan Ecka untuk menemannya bertemu kedua preman tersebut

Ecka : “ Juyo, apakah kamu mau untuk menemaniku pergi menemui mereka berdua ” ?
Juyo : “ Tapi, apakah tidak apa-apa, Apakah kita tidak dibuat macam-macam oleh mereka ” ?
Ecka : “ Tenang saja Juyo, saya berani jamin mereka tidak akan menyakiti anda “ .
Juyo : “ Baiklah kalau begitu saya akan mengikuti anda pergi menemui Frengky dan Rival “ .

Setelah sampai di tempat Frengky dan Rival Mereka mendapati kedua preman ini sedang dalam keadaan mabuk berat karena pengaruh minuman beralkohol dan juga  Narkoba jenis Ganja. Ecka dan Juyo yang melihat hal itu langsung saja menegur mereka

Ecka : “ Frengky, Rival. Sadarkah apa yang kalian lakukan ini telah merusak tubuh kalian merusak Rumah Tuhan. Seharusnya tubuh kalian di lakukan untuk memuji dan memuliakan Allah bukannya di rusak dengan Miras dan Narkoba “.
Frengky : “Oh...Pak Pendeta yah....Apakah anda sudah habis berpidato di gereja pagi ini pak”
Rival     : “Ha..ha..ha..zhu pasti bro Pak Pendeta zhu pidato habis di gereja orang zhu jam 1 siang begini kermana orang dong mau tahan duduk dari pagi-pagi sampai sekarang”
Juyo     : “ Kalian berdua lebih baik dengarkan apa yang Pak pendeta bilang jangan malah menghina Pak Pendeta dengan omongan kalian yang tak berpendidikan “.
Frengky : “ Ha..ha..ha..kamu kan yang kemarin dianiaya oleh kami berdua sampai babak belur, kenapa kamu masih datang dan menunjukan wajahmu di depan kami. Apakah kamu sudah bosan hidup”
Rival : “ Ehhh..... kalau kamu zhu bosan hidup lebih baik mari sini supaya dan serahkan kamu punya diri kepada kami berdua kami janji akan memberikan service terbaik buat kamu”
Ecka : “Sudah...sudah kalian berdua diperingatkan sama saja. Apakah memang hati kalian tidak dapat menerima Tuhan sebagai juruselamat kalian “ ?
Frengky : “Memang benar Pak Pendeta hati kami berdua memang sudah lama hilang, betul atau tidak Bro” ?
Rival : “ So pasti kawan, apa yang Bro bilang memang benar-benar betul”
Ecka : “ Yang penting nanti kalian berdua jangan menyesal saja karena ini hari kalian berdua telah benar-benar membuat Tuhan menangis dengan kalian berdua punya perbuatan”.
Setelah mengatakan hal tersebut Ecka dan Juyo pun segera pergi dari hadapan Frengky dan Rival yang masih dalam pengaruh Miras dan Narkoba. Tak lama kemudian timbul pertengkaran diantara kedua preman tersebut
Frengky : “Bro...coba kamu ambilkan untuk saya rokok satu batang dulu ko” !
Rival     : “Ini, Bro ambil sendiri saja saya ada mabuk parah nhe”
Frengky : “ Eh....saya surh kamu untuk ambil kasih saya Rokok kamu mau melawan dengan saya kow “ ?
Rival    : “ Tidak Bro...seharusnya bro mengerti saya punya keadaan tow”
Frengky : “Eh...kau berani macam-macam dengan saya kau kira kau itu siapa” ?
Tak lama kemudian terjadilah perkelahian antara kedua preman bersaudara  itu. Tanpa disadar olehnya Frengky telah berada di tengah jalan akibatnya ia diseret oleh sebuah Mobil sehingga mengaibatkan Luka yang cukup parah. Setelah di bawa ke Rumah Sakit dan oleh dokter kakinya hasrus diamputasi kedua-duanya Frengky hanya bisa pasrah.
Hari-hari Frengky pun dilalui di atas kursi Roda sampai Frengky pun tak memiliki Tujuan dan harapan untuk hidup hingga suatu hari kabar mengenai kecelakaan Frengky ini terdengar oleh Pendeta Ecka dan Juyo mereka pun menyempatkan diri untuk menjenguk keadaan Frengky. Sesampainya di rumah Frengky, Pendeta Ecka dan Juyo merasa Iba kepada kondisi Frengky yang memprihatinkan. Mereka pun lalu menasihati Frengky.

Ecka : “ Frengky...apa yang kalian berdua rasakan sekarang ini “ ?
Frengky : “Pak pendeta...saya benar-benar merasa tidak berguna lagi, harapan saya dan tujuan saya sudah lenyap entah kemana pak pendeta”
Ecka : “Rival...apa yang kamu rasakan sekarang ini” ?
Rival : “Saya merasa saya hanya menjadi sampah masyarakat yang tertimbun dan tertanam di tenagah-tengah kehidupan saja Pak Pendeta “
Ecka : “Ok...jadi sekarang kalian berdua sudah sadar akan kalian berdua punya kesalahan atau tidak” ?
Frengky dan Rival : “ Sudah Pak Pendeta, kami sudah sadar kami berdua mau bertobat dan menerima Tuhan sepenuhnya”
Ecka : “ Puji syukur atas kalimat yang kalian berdua ucapkan karena setiap kalimat yang keluar dari mulut kalian adalah doa”
Frengky : “ Juyo, saya mau minta maaf kepada kamu karena saya pernah berbuat salah terhadap kamu saya juga berjanji tidak akan berbuat keonaran lagi di kampung ini”
Rival : “ Ia betul Juyo, saya juga mau minta maaf kepada kamu karena saya pernah menghina kamu juga saya berjanji untuk benar-benar bertobat”
Juyo  : “ Ia Frengky, Rival saya sudah kasih maaf kalian berdua
dan kalian jangan asalkan berjanji kalian harus laksanakan setiap janji yang kalian ucapkan karena janji adalah utang. Dan untuk kamu Frengky cobaan yang Tuhan berikan kepada kamu tidak lebih dai kekuatanmu jadi bangkitlah dan jadilah orang yang berguna”
Frengky : “ Terima kasih Juyo “



AMANAT

Janganlah engkau meninggikan dirimu karena suatu saat engkau pasti akan direndahkan lebih dari pada orang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar